Didominasi Pergeseran Jabatan, Rektor IMK Lantik Jajaran Pimpinan Baru
5 Januari 2026 | Didominasi Pergeseran Jabatan, Rektor IMK Lantik Jajaran Pimpinan Baru
Singaraja, Humas — Pelantikan pejabat struktural di lingkungan Institut Mpu Kuturan (IMK), Senin 5 Januari 2026, tidak banyak menghadirkan wajah baru. Sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan figur internal yang sebelumnya telah mengemban amanah di lingkungan kampus, baik pada level wakil pimpinan maupun lembaga.
Pelantikan berlangsung di Aula Gedung Rektorat Kampus Menjangan, Banyuning, menyusul perubahan status kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut. Penataan ini dilakukan untuk menyesuaikan struktur organisasi dan memperkuat tata kelola institusi.
Dalam susunan baru tersebut, Dr. Ida Bagus Wika Krishna, S.Ag., M.Si., yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua III, kini dipercaya sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan. Sementara Dr. I Nyoman Miarta Putra, S.Ag., M.Ag., yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua II, bergeser menjadi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama.
Posisi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan diisi oleh Dr. Putu Sanjaya, S.Ag., M.Pd.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penjamin Mutu (P2M).
Selain pergeseran jabatan, terdapat pula promosi pada dua posisi strategis lembaga. Dr. I Nyoman Suka Ardiyasa, S.Pd.B., M.Pd., M.Fil.H., yang sebelumnya menjabat Sekretaris P2M, kini dilantik sebagai Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Sementara Dr. Ida Bagus Putu Eka Suadnyana, S.H.H., M.Fil.H., yang sebelumnya menjabat Sekretaris P3M, dipercaya menakhodai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
Satu-satunya pejabat dengan wajah baru dalam struktur ini adalah Bayu Anggara, S.H., M.H., yang dilantik sebagai Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI).
Dalam sambutannya, Prof.Suwindia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari transformasi kelembagaan IMK menuju perguruan tinggi yang lebih adaptif dan berdaya saing.
“Perubahan status menjadi institut menuntut tata kelola yang semakin kuat, profesional, dan terukur. Para pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan IMK tumbuh sebagai institusi akademik yang unggul dan berintegritas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama dalam membangun budaya akademik yang sehat.
“Bersamai saya, karena kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Tantangan ke depan menuntut kerja kolektif, inovasi, dan keberanian mengambil terobosan demi kemajuan lembaga dan layanan pendidikan kepada masyarakat,” kata Suwindia.
Menurut Suwindia, dengan struktur kepemimpinan yang baru dan lebih lengkap, Institut Mpu Kuturan diharapkan mampu mempercepat penguatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola institusi yang transparan dan akuntabel. (hms)
