IAHN Mpu Kuturan Mantapkan Zona Integritas, Targetkan Predikat WBK-WBBM
2 April 2026 | IAHN Mpu Kuturan Mantapkan Zona Integritas, Targetkan Predikat WBK-WBBM
Singaraja, Humas — IAHN Mpu Kuturan melaksanakan pendampingan teknis pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Rabu, 01 April 2026 dan Kamis, 02 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Kampus Menjangan, Banyuning, Singaraja ini menghadirkan tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.
Pendampingan dipimpin oleh Pengendali Teknis Asep Komarudin bersama Ketua Tim Abdul Rasit dan anggota Sohiro, Eko Sulistiyanto, serta Windu Triantoro. Berbagai materi strategis disampaikan, mulai dari penguatan Zona Integritas, peningkatan kapabilitas Sistem Pengendalian Intern (SPI), implementasi ekoteologi (UI Green Metric) hingga tata kelola pengadaan barang dan jasa.
Dalam pemaparannya, Sohiro menegaskan pentingnya peran SPI sebagai garda terdepan dalam pengawasan internal.
Ia juga menekankan bahwa nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) menjadi indikator kunci dalam penilaian Zona Integritas. “SAKIP minimal harus bernilai B sebagai dasar penilaian ZI. Selain itu, kedisiplinan dalam pelaporan, baik triwulan maupun tahunan, juga menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.
Sementara itu, Eko Sulistiyanto dalam pemaparannya mengenai ekoteologi menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pembangunan kampus berkelanjutan. “Konsep Green, Art, Smart, dan Spiritual Campus sejalan dengan konsep ekoteologi. Ekoteologi bukan milik satu tradisi, melainkan gerakan kolektif yang mewujudkan kehidupan rukun dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ekoteologi perlu diimplementasikan melalui internalisasi nilai keagamaan sebagai landasan etis dalam berbagai sektor. “Nilai-nilai tersebut harus menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mencakup bidang pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, industri, hingga teknologi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sohiro mengingatkan seluruh unit kerja untuk menjaga integritas organisasi. “Diusahakan tidak ada pengaduan masyarakat dan tetap menjaga kekompakan internal sebagai kunci keberhasilan pembangunan Zona Integritas,” tambahnya. (hms)
