IMK Targetkan 670 Mahasisswa Baru, Genjot Sosialisasi hingga Media Sosial
4 Februari 2026 | IMK Targetkan 670 Mahasisswa Baru, Genjot Sosialisasi hingga Media Sosial
Singaraja, Humas — Institut Mpu Kuturan (IMK) menargetkan penerimaan sebanyak 670 mahasiswa baru pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026. Target tersebut dibarengi dengan berbagai upaya sosialisasi yang dilakukan secara masif oleh seluruh civitas akademika.
Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi keagamaan yang baru bertransformasi menjadi institut, IMK harus aktif mendekatkan diri kepada masyarakat, terutama calon mahasiswa di daerah-daerah.
“IMK tidak bisa menunggu. Kami harus hadir, menyapa, dan membuka akses seluas-luasnya bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi keagamaan. Karena itu, strategi jemput bola dan pelayanan yang humanis menjadi kunci dalam PMB tahun ini,” ujar Suwindia.
Menurutnya, kemudahan akses informasi, pendampingan bagi calon mahasiswa, serta pelayanan prima merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun kepercayaan publik. Ia juga menekankan bahwa pendidikan tinggi harus dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Bali Utara dan daerah sekitarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia PMB IMK, I Gede Agus Suparta, S.Ag., M.Ag, mengatakan bahwa tahun ini PMB dilaksanakan melalui dua skema, yakni PMB Nasional dan PMB Mandiri. PMB Nasional merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Hindu Kementerian Agama RI yang berlangsung pada periode Januari hingga Maret, sedangkan PMB Mandiri dilaksanakan pada April hingga Juli.
“Target mahasiswa baru tahun ini sebanyak 670 orang. Sasaran utama kami berada di wilayah Bali Utara, Bali Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah wilayah Indonesia bagian timur,” ujar Parta.
Untuk mencapai target tersebut, IMK menempuh sejumlah strategi, mulai dari sosialisasi langsung ke masyarakat hingga pemanfaatan media digital. Panitia PMB bersama dosen dan tenaga kependidikan melakukan sosialisasi secara door to door ke sekolah-sekolah, serta memanfaatkan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai sarana promosi.
Selain itu, IMK juga mengoptimalkan publikasi melalui media sosial resmi institusi agar informasi PMB dapat menjangkau calon mahasiswa secara lebih luas, khususnya generasi muda.
“Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat, sekaligus memaksimalkan kanal digital agar informasi PMB mudah diakses oleh calon mahasiswa,” kata Agus Suparta.
Dari sisi daya tarik, IMK menyediakan sejumlah program beasiswa bagi calon mahasiswa baru, seperti Program Indonesia Pintar Kuliah (PIPK), beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), serta program Satu Keluarga Satu Sarjana. Skema beasiswa tersebut diharapkan dapat membuka akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Agus Suparta menambahkan, panitia PMB juga menyiapkan kemudahan akses pendaftaran dan pelayanan prima bagi calon mahasiswa. Menurutnya, kualitas layanan sejak tahap awal pendaftaran menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Instutut Mpu Kuturan.
“Kami ingin calon mahasiswa merasakan layanan yang mudah, cepat, dan ramah sejak proses awal. Itu menjadi komitmen kami dalam meningkatkan kualitas layanan akademik,” tutupnya. (hms)
