Institut Mpu Kuturan Dukung Green Dharma Kemenag lewat Pelepasan Burung dan Penanaman Pohon
6 Februari 2026 | Institut Mpu Kuturan Dukung Green Dharma Kemenag lewat Pelepasan Burung dan Penanaman Pohon
Singaraja, Humas — Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja menggelar kegiatan pelepasan puluhan burung dan penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap Program Green Dharma Kementerian Agama RI, Jumat 6 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus IMK, Jalan Pulau Menjangan, Banyuning.
Aksi ekologis itu menjadi bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama RI yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ekoteologi sebagai kesadaran spiritual terhadap lingkungan hidup. Program tersebut dirangkai dalam peringatan Tumpek Uye dengan tema “Green Dharma Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya.”
Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., menjelaskan bahwa pelepasan burung dan penanaman pohon merupakan wujud konkret tanggung jawab keagamaan dalam menjaga keseimbangan semesta. Menurutnya, nilai ekoteologi dalam tradisi Hindu sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
“Dalam konteks Tumpek Uye, umat Hindu memuja Ida Sang Hyang Pasupati sebagai simbol pemeliharaan seluruh makhluk hidup. Manusia, dengan akal dan budinya, memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan merawat kehidupan serta lingkungan yang telah dianugerahkan,” ujar Suwindia.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga dimaknai sebagai upaya mengembalikan apa yang telah diambil dari alam. Pelepasan burung ke habitat alaminya dan penanaman pohon dipandang sebagai simbol siklus timbal balik antara manusia dan alam semesta.
“Kita meminta kehidupan dari alam, maka sudah semestinya kita mengembalikannya kepada alam. Dari sanalah keberlanjutan kehidupan dapat terus terjaga,” kata Suwindia.
Kegiatan di lingkungan kampus ini menjadi bagian dari rangkaian menjelang puncak peringatan Tumpek Uye tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Pura Gunung Salak pada Sabtu, 7 Februari 2026. (hms)
