Kejuaraan Catur Pelajar Se-Bali Meriahkan Perayaan Dies I IMK

26 April 2026 | Kejuaraan Catur Pelajar Se-Bali Meriahkan Perayaan Dies I IMK



Singaraja, Humas— Kejuaraan catur antar SMA/SMK/MA se-Provinsi Bali digelar dalam rangka Dies Natalis I IAHN Mpu Kuturan di Kampus IMK, Jalan Pulau Menjangan, Banyuning, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini diikuti 21 peserta dari berbagai sekolah di Bali dengan sistem pertandingan Swiss.

Kejuaraan ini menjadi salah satu upaya memberikan ruang bagi pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang catur untuk mengasah kemampuan strategi dan ketelitian. Dalam sistem Swiss yang digunakan, peserta bertanding dalam beberapa babak dengan lawan yang memiliki perolehan poin setara.

Ketua Panitia Dies Natalis I, Kadek Suwarjaya, mengatakan catur masih menjadi olahraga yang diminati kalangan muda, sehingga dipilih sebagai salah satu cabang lomba dalam rangkaian kegiatan kampus.

“Catur masih digandrungi anak muda. Kami ingin memberikan wadah kepada siswa SMA, SMK, dan MA untuk mengasah keterampilannya,” ujarnya.

Menurut dia, cakupan peserta yang melibatkan pelajar se-Bali juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kampus kepada generasi muda di berbagai daerah.

“Dengan jangkauan se-Bali, kami berharap kampus Institut Mpu Kuturan bisa lebih dikenal, tidak hanya di Buleleng tetapi juga di seluruh Bali,” katanya.

Ia menambahkan, antusiasme peserta terlihat dari kehadiran pelajar yang tidak hanya berasal dari Buleleng, tetapi juga dari luar daerah. Hal itu, menurut dia, menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap olahraga catur.

“Harapan kami, lomba ini tidak berhenti sampai di sini dan bisa menjadi agenda rutin. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan di antara peserta,” ujarnya.

Pertandingan dipimpin oleh dua wasit nasional pratama, yakni Gede Widiastina dan Komang Try Artha Utama Tusan. Keduanya memastikan jalannya kompetisi berlangsung sesuai aturan dan berjalan tertib.

Gede Widiastina menilai antusiasme peserta menjadi salah satu faktor keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini.

“Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan kejuaraan ini memiliki daya tarik yang tinggi bagi pelajar yang memiliki minat di bidang catur,” katanya.

Ia berharap ke depan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, baik dari sisi jumlah peserta maupun kategori lomba.

“Harapannya bisa menjadi agenda rutin dalam Dies Natalis IMK, dengan kategori yang lebih banyak, bahkan melibatkan peserta dari luar Bali,” ujarnya. (hms)