Mahasiswa Institut Mpu Kuturan Raih Dua Juara pada Lomba Cerdas Cermat Bali Era Baru dan Susastra Bali
14 Juni 2026 | Mahasiswa Institut Mpu Kuturan Raih Dua Juara pada Lomba Cerdas Cermat Bali Era Baru dan Susastra Bali
Singaraja, Humas – Mahasiswa Institut Mpu Kuturan (IMK) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang kompetisi tingkat perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Dalam dua cabang lomba yang berbeda, mahasiswa IMK berhasil meraih Juara II Lomba Cerdas Cermat (LCC) Susastra Bali serta Juara Harapan III Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru.
Pada LCC Susastra Bali, tim IMK yang terdiri atas Ni Komang Budi Ari Sevyani, Made Anang Dwipayana, Luh Putu Kharista Sandhi, dan Kadek Dwipa Lestari berhasil meraih Juara II setelah melewati babak penyisihan dan final yang berlangsung pada Mei hingga Juni 2026.
Sementara itu, pada LCC Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru, tim yang diperkuat oleh I Gusti Ajeng Ayu Bintang Lestarizky, Kadek Selli Febiani, Ketut Lian Septiani, dan Ketut Heppy Eriani berhasil meraih Juara Harapan III setelah bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Bali.
Pembina tim LCC Susastra Bali, Dr. Komang Puteri Yadnya Diari, S.S., M.Pd., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Proses pembinaan diawali dengan pemetaan kemampuan masing-masing anggota tim untuk mengetahui bidang yang paling dikuasai. Selanjutnya pembinaan difokuskan pada pendalaman materi susastra Bali, bahasa Bali, serta aspek kebudayaan yang relevan dengan materi perlombaan.
“Selain diskusi dan latihan soal, tim juga diberikan simulasi lomba secara berkala agar terbiasa berpikir cepat, tepat, dan mampu bekerja sama dengan baik saat kompetisi berlangsung," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari komitmen yang tinggi untuk belajar, rasa tanggung jawab terhadap tugas masing-masing, serta kecintaan terhadap bahasa dan budaya Bali.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di program studi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mampu menghasilkan mahasiswa yang kompeten dan siap bersaing dalam ajang akademik. Keberhasilan ini mencerminkan sinergi yang baik antara mahasiswa, dosen, program studi, dan institusi," kata Puteri Yadnya Diari.
Sementara itu, pembina tim LCC Bali Era Baru, Bayu Anggara, S.H., M.H., menilai capaian mahasiswa merupakan hasil dari kerja keras dan disiplin yang dibangun selama masa persiapan. Ia menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan melalui seleksi internal, pendalaman materi, diskusi intensif, hingga simulasi lomba secara rutin. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah keterbatasan waktu latihan karena harus menyesuaikan dengan jadwal perkuliahan mahasiswa.
"Kami berharap prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Mahasiswa harus terus berani berkompetisi dan mengharumkan nama Institut Mpu Kuturan di tingkat yang lebih tinggi," katanya.
Sementara itu, salah seorang anggota tim peraih Juara II LCC Susastra Bali, Made Anang Dwipayana, mengatakan persiapan kompetisi dilakukan sekitar dua bulan sebelum perlombaan. Selama masa tersebut, tim membagi fokus materi sesuai bidang yang dikuasai masing-masing anggota serta rutin mengikuti diskusi, latihan soal, dan simulasi perlombaan.
"Persiapan yang matang, kerja sama tim yang baik, penguasaan materi yang mendalam, serta kemampuan menjaga fokus dan ketenangan selama perlombaan menjadi kunci keberhasilan kami dalam meraih prestasi ini," ujar Anang.
Ia mengaku momen paling menegangkan terjadi saat babak final ketika selisih nilai antar tim berlangsung sangat tipis. Namun, keberhasilan menjawab sejumlah soal rebutan bernilai tinggi menjadi titik balik yang meningkatkan kepercayaan diri tim.
"Selain memperoleh prestasi, kami juga mendapatkan banyak pelajaran berharga mengenai pentingnya kerja sama, disiplin, tanggung jawab, serta upaya melestarikan warisan budaya Bali melalui pemahaman terhadap susastra," tuturnya. (hms)
