Menjaga Gerbang, Menjaga Asa Wantari, Satpam Kampus yang Menempuh S2 di IMK
19 Februari 2026 | Menjaga Gerbang, Menjaga Asa Wantari, Satpam Kampus yang Menempuh S2 di IMK
Singaraja, Humas - Pagi di kampus selalu dimulai dengan langkah yang teratur. Seragam rapi, sikap siaga, dan sapaan singkat kepada mahasiswa ataupun tamu yang datang silih berganti. Di pos keamanan itulah Luh Wantari menjalani tugasnya sebagai satpam di IAHN Mpu Kuturan (IMK).
Namun di balik seragam yang ia kenakan setiap hari, tersimpan cerita lain. Nyatanya, ia juga mahasiswa magister di kampus yang sama.
Sejak Januari 2024, Wantari bekerja sebagai tenaga keamanan di lingkungan kampus. Disela tugas menjaga ketertiban, ia menata mimpinya melalui bangku perkuliahan Program Studi Pendidikan Agama Hindu jenjang S2. Keputusan melanjutkan studi lahir dari keinginannya menambah wawasan dan memperluas relasi.
“Tempat belajar dan tempat mencari nafkah,” ujarnya, menggambarkan makna kampus dalam hidupnya.
Menjalani dua peran sekaligus bukan perkara ringan. Ia harus membagi waktu antara jadwal jaga dan kewajiban akademik. Energi terkuras ketika tugas kampus beriringan dengan jam kerja. Belum lagi tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga dan kewajiban adat yang tetap harus dijalankan.
“Tantangannya harus bisa membagi waktu karena sambil bekerja sekaligus jadi ibu rumah tangga,” tutur Wantari.
Ada momen ketika jadwal jaga berbarengan dengan bimbingan akademik. Ia harus mengatur waktu dengan cermat agar keduanya tidak terbengkalai. Namun kelelahan tidak pernah ia biarkan menjadi alasan untuk berhenti.
Dukungan keluarga, terutama suami, menjadi penguat dalam setiap langkahnya. Restu itu memberinya keyakinan bahwa pendidikan yang sedang ditempuh bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masa depan yang lebih baik.
Bagi Wantari, menempuh S2 adalah impian yang telah lama tersimpan. Ia berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang orang tua petani. Kesempatan belajar hingga jenjang magister menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
“Saya sangat senang bisa kuliah S2 pendidikan yang saya impikan dari dulu. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa,” katanya.
Ia menyadari perjalanan ini belum selesai. Tugas akademik masih harus diselesaikan, tanggung jawab pekerjaan tetap menanti setiap pagi. Namun baginya, proses itu sendiri sudah menjadi pencapaian. Disetiap gerbang yang ia buka untuk mahasiswa lain, sesungguhnya ia juga sedang membuka pintu masa depannya sendiri. Diantara peluit tugas dan buku-buku kuliah, ia menjaga dua hal sekaligus, yakni keamanan kampus dan harapan yang terus ia rawat. (hms)
