Rektor Institut Mpu Kuturan Jadi Narasumber Civilization Harmony Forum di Bali
29 Juni 2026 | Rektor Institut Mpu Kuturan Jadi Narasumber Civilization Harmony Forum di Bali
Badung, Humas — Rektor Institut Mpu Kuturan (IMK), Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., menjadi narasumber dalam Civilization Harmony Forum, forum kolaborasi internasional yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas agama, budaya, dan peradaban untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, serta perdamaian global. Kegiatan berlangsung di Renaissance Bali Uluwatu, Kabupaten Badung, Senin 29 Juni 2026.
Forum yang digelar oleh Nurcholish Madjid Society bersama Yayasan Prajna Harmonis itu menghadirkan sejumlah akademisi, tokoh agama, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas upaya membangun harmoni peradaban di tengah dinamika global. Dalam kesempatan tersebut, Suwindia dipercaya menyampaikan pandangan mengenai Civilizational Sustainability through Humanity: Bridging Cultural and Religious Discourses.
Rektor Institut Mpu Kuturan, Prof. I Gede Suwindia, mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi institusi untuk terus mengambil bagian dalam berbagai forum yang membahas isu-isu strategis dunia.
"Keikutsertaan Institut Mpu Kuturan dalam forum ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki ruang untuk berkontribusi dalam percakapan global. Kampus tidak hanya menjadi tempat menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan gagasan yang mampu menjembatani perbedaan budaya, agama, dan peradaban demi terciptanya kehidupan yang harmonis," ujar Suwindia.
Menurut dia, keterlibatan akademisi dalam forum internasional menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring, memperluas kolaborasi, serta memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia kepada masyarakat dunia.
"Kami berharap partisipasi ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai lembaga internasional. Institut Mpu Kuturan berkomitmen untuk terus hadir dalam forum-forum ilmiah global sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun perdamaian, toleransi, dan saling pengertian antarbangsa," kata Suwindia. (hms)
